Saudah Ummul Mu’minin

MediaMuslim.InfoDia termasuk golongan wanita yang agung dan mulia nasabnya. Tergolong cerdas akalnya. Perawakannya tinggi dan besar. Termasuk istri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan kesegaran candanya. Dia adalah ummul mu’minin Saudah binti zam’ah bin Qois bin Abdu Syams bin Abdu Wudd Al-‘Amiriyyah. Ibunya adalah Syammusy bintu Qois bin Zaid An-Najjariiyyah.

Dia adalah wanita pertama yang dinikahi oleh Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sepeninggal khadijah, kemudian menjadi istri satu-satunya bagi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampai Rasulullah Shalllallahu ‘Alaihi wa Sallam masuk berumah tangga dengan Aisyah.
Sebelum menikah dengan Rasulullloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Saudah telah menikah dengan Sakran bin Amr Al-Amiry, mereka berdua masuk islam dan kemudian berhijrah ke Habasyah bersama dengan rombongan shahabat yang lain.

Ketika Sakran dan istrinya Saudah tiba di habasyah maka Sakran jatuh sakit dan meninggal. Maka jadilah Saudah menjanda. Kemudian datanglah Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meminang saudah dan diterima oleh saudah dan menikahlah Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan Saudah pada bulan Ramadhan.

Saudah adalah tipe seorang istri yang menyenangkan suaminya dengan kesegaran candanya, sebagaimana kisah yang diriwayatkan oleh Ibrahim an-Nakha’i bahwasannya saudah berkata kepada Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Wahai Rasululloh, tadi malam aku shalat di belakangmu, ketika ruku’ punggungmu menyentuh hidungmu dengan keras, maka aku pegang hidungku karena aku takut keluar darah, Maka tertawalah Rasululloh. Ibrahim berkata: Saudah biasa membuat Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tertawa dengan candanya. (Thabaqoh Kubra 8/54).

Ketika Saudah sudah tua Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berniat hendak mencerainya, maka saudah berkata kepada Rasululloh shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Wahai Rasululloh janganlah engkau menceraikanku, bukanlah aku masih menghendaki laki-laki, tetapi karena aku ingin dibangkitkan dalam keadaan menjadi istrimu, maka tetapkanlah aku menjadi istrimu dan aku berikan hari giliranku kepada aisyah. Maka Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengabulkan permohonannya dan tetap menjadikannya menjadi salah satu dari seorang istrinya sampai Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meninggal. Dalam hal ini turunlah ayat Al-Qur’an, yang artinya: “Dan jika seorang wanita kuatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik..” (QS. An-Nisa’:128). (Sunan Tirmidzi 8/320 dengan sanad yang dihasankan Ibnu Hajar dalam Al-Ishabah 7/720).

Aisyah berkata:Saudah meminta izin kepada Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada waktu malam muzdalifah untuk berangkat kemina sebelum berdesak-desakkannya manusia, adalah dia perempuan yang berat jika berjalan, sungguh kalau aku meminta izin kepadanya sungguh lebih aku sukai daripada orang yang dilapangkan. (Thabaqah Qubra 8/54).

Aisyah berkata: Aku tidak pernah melihat seorang wanita yang paling aku ingin sekali menjadi dia daripada Saudah bintu Zam’ah, ketika dia tua dia berikan gilirannya dari Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada Aisyah ( Shahih Muslim 2/1085).

Diantara keutamaan saudah adalah ketaatan dan kesetiaannya yang sangat kepada Rasululloh. Ketika haji wada’ Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada para istri-istrinya: ini adalah saat haji bagi kalian kemudian setelah ini hendaknya kalian menahan diri di rumah-rumah kalian, maka sepeninggal Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa sallam, saudah selalu di rumahnya dan tidak berangkat haji lagi sampai dia meninggal. (Sunan Abu Dawud 2/140).

Aisyah berkata:sesudah turun ayat tentang hijab, keluarlah saudah di waktu malam untuk menunaikan hajatnya, dia adalah wanita yang perawakannya tinggi besar sehingga mudah sekali dibedakandari wanita lainnya pada saat itu. saat itu umar melihatnya dan berkata :wahai saudah demi Alloh kami tetap bisa mengenalimu, maka lihatlah bagaimana engkau keluar, maka saudah segera kembali dan menuju kepada Rasululloh yang pada waktu itu di rumah aisyah, ketika itu Rasululloh sedang makan malam, di tangannya ada sepotong daging, maka masuklah saudah seraya berkata kepadanya: wahai Rasululloh, sesungguhnya aku keluar untuk sebagai keperluanku dalam keadan berhijab tetapi umar mengatakan ini dan itu, maka saat itu turunlah wahyu kepada Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan kemudian beliau bersabda :Sesungguhnya telah diizinkan bagi kalian para wanita untuk keluar menunaikan hajatmu.. (Shahih bukhari dan muslim).

Saudah terkenal juga dengan kezuhudannya, ketika umar mengirin kepadanya satu wadah berisi dirham, ketika sampai kepadanya maka dibagi-bagikannya(Thabaqah kubra 8/56 dan dishahihkan sanadnya oleh ibnu hajar dalam al-Ishobah 7/721).

Saudah termasuk deretan istri-istri Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang menjaga dan menyamapaikan sunnah-sunnah Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Hadits-haditsnya diriwayatkan oleh para imam yang terkemuka seperti imam ahmad, imam bukhari abu dawud dan nasa’i.

Saudah meninggal di akhir kekhalifahan umar di madinah pada tahun 54 Hijriyah. Sebelum dia meninggal dia mewariskan rumahnya kepada Aisyah. semoga Alloh meridhainya dan membalasnya dengan kebaikan yang melimpah.

(Sumber Rujukan: Sirah nabawiyah Ibnu hisyam, Siyar a’lamin Nubala oleh adz-dzahabi, Al-Ishabah oleh Ibnu Hajar, Al-Isti’ab oleh Ibnu Abdil barr, Thabaqah Qubra oleh ibnu Sa’d)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Pos-pos Terbaru

  • Komentar Terbaru

    Setetes Embun di Pernahkah Terpikirkan Atau Lup…
    rosariaindah di Hidup Sehat Cara Rasulull…
    Cara Hidup Sehat Ras… di Hidup Sehat Cara Rasulull…
    Heri Mayong di Penjelasan Kisah Ashabul …
    Mesli Faruk di Mar’ah Dalam Islam
  • Blog Stats

  • Serba Serbi Tautan


    Susu Kambing Etawa Halal -   Tutorial Joomla   KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Arsip

  • %d blogger menyukai ini: