<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Arsip Moslem</title>
	<atom:link href="http://arsipsiroh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arsipsiroh.wordpress.com</link>
	<description>Arsip Tulisan-Tulisan Online Umat Islam</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Oct 2009 04:32:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='arsipsiroh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/17e4e0ed6d742f6d2c0cfac82a89f325?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Arsip Moslem</title>
		<link>http://arsipsiroh.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Hidup Sehat Cara Rasulullah</title>
		<link>http://arsipsiroh.wordpress.com/2009/10/26/hidup-sehat-cara-rasulullah/</link>
		<comments>http://arsipsiroh.wordpress.com/2009/10/26/hidup-sehat-cara-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 04:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsipmoslem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Siroh]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsipsiroh.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[“Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)
Konon, selama hidupnya Rasulullah SAW hanya sakit dua kali. Yaitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=122&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>“Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan.”</em> (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)</p>
<p>Konon, selama hidupnya Rasulullah SAW hanya sakit dua kali. Yaitu setelah menerima wahyu pertama, ketika itu beliau mengalami ketakutan yang sangat sehingga menimbulkan demam hebat. Yang satunya lagi menjelang beliau wafat. Saat itu beliau mengalami sakit yang sangat parah, hingga akhirnya meninggal. Ada pula yang menyebutkan bahwa Rasul mengalami sakit lebih dari dua kali.</p>
<p>Berapa pun jumlahnya, dua, tiga atau empat kali, memperjelas gambaran bahwa beliau memiliki fisik sehat dan daya tahan luar biasa. Padahal kondisi alam Jazirah Arabia waktu itu terbilang keras, tandus dan kurang bersahabat. Siapa pun yang mampu bertahan puluhan tahun dalam kondisi tersebut, plus berpuluh kali peperangan yang dijalaninya, pastilah memiliki daya tahan tubuh yang hebat.</p>
<p>Mengapa Rasulullah SAW jarang sakit? Pertanyaan ini menarik untuk dikemukakan. Secara lahiriah, Rasulullah SAW jarang sakit karena mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit. Dengan kata lain, beliau sangat menekankan aspek pencegahan daripada pengobatan. Jika kita telaah Alquran dan Sunnah, maka kita akan menemukan sekian banyak petunjuk yang mengarah pada upaya pencegahan. Hal ini mengindikasikan betapa Rasulullah SAW sangat peduli terhadap kesehatan. Dalam Shahih Bukhari saja tak kurang dari 80 hadis yang membicarakan masalah ini. Belum lagi yang tersebar luas dalam kitab Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, Ahmad, dsb.<span id="more-122"></span></p>
<p><strong>Cara Rasulullah menjaga kesehatan</p>
<p></strong></p>
<p>Ada beberapa kebiasaan positif yang membuat Rasulullah SAW selalu tampil fit dan jarang sakit. Di antaranya:</p>
<p><strong>Pertama</strong>, selektif terhadap makanan. Tidak ada makanan yang masuk ke mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat halal dan thayyib (baik). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan air lir dan pencernaan. Rasul bersabda,” <em>Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran</em><em>”</em>(HR. Ibnu Majah dan Hakim).<br />
Kedua, tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas). Disabdakan,”<em>Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan</em>” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, makan dengan tenang, tumaninah, tidak tergesa-gesa, dengan tempo sedang. Apa hikmahnya? Cara makan seperti ini akan menghindarkan tersedak, tergigit, kerja organ pencernaan pun jadi lebih ringan. Makanan pun bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan bisa berjalan sempurna. Makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna. Dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, cepat tidur dan cepat bangun. Beliau tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Biasanya, Rasulullah SAW bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekadar yang dibutuhkan. Penelitian Daniel F Kripke, ahli psikiatri dari Universitas California menarik untuk diungkapkan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30-120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang biasa tidur 6-7 jam sehari. Nah, Rasulullah SAW biasa tidur selepas Isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.</p>
<p>Cara tidurnya pun sarat makna. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh ke arah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Terkadang beliau memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling efisien. Pada saat itu makanan bisa berada dalam posisi yang pas dengan lambung sehingga dapat mengendap secara proporsional. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar agar agar proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengarah ke lever, baru kemudian berbalik lagi ke sebelah kanan hingga akhir tidur agar makanan lebih cepat tersuplai dari lambung. Hikmah lainnya, tidur dengan miring ke kanan menyebabkan beliau lebih mudah bangun untuk shalat malam.</p>
<p><strong>Kelima</strong>, istikamah melakukan saum sunnat, di luar saum Ramadhan. Karena itu, kita mengenal beberpa saum sunnat yang beliau anjurkan, seperti Senin Kamis, ayyamul bith, saum Daud, saum enam hari di bulan Syawal, dsb. Saum adalah perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun ruhani. Pengaruhnya dalam menjaga kesehatan, melebur berbagai berbagai ampas makanan, manahan diri dari makanan berbahaya sangat luar biasa. Saum menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga. Saum sangat ampuh untuk detoksifikasi (pembersihan racun) yang sifatnya total dan menyeluruh.</p>
<p>Selain lima cara hidup sehat ini, masih banyak kebiasaan Rasulullah SAW yang layak kita teladani. Dalam buku Jejak Sejarah Kedokteran Islam, Dr Jafar Khadem Yamani mengungkapkan lebih dari 25 pola hidup Rasul berkait masalah kesehatan, sebagian besar bersifat pencegahan. Di antaranya cara bersuci, cara memanjakan mata, keutamaan berkhitan, keutamaan senyum, dsb.</p>
<p>Yang tak kalah penting dari ikhtiar lahir, Rasulullah sangat mantap dalam ibadah ritualnya, khususnya dalam shalat. Beliau pun memiliki keterampilan paripurna dalam mengelola emosi, pikiran dan hati. Penelitian-penelitian terkini dalam bidang kesehatan membuktikan bahwa kemampuan dalam memenej hati, pikiran dan perasaan, serta ketersambungan yang intens dengan Dzat Yang Mahatinggi akan menentukan kualitas kesehatan seseorang, jasmani maupun ruhani.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsipsiroh.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsipsiroh.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsipsiroh.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsipsiroh.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsipsiroh.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsipsiroh.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsipsiroh.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsipsiroh.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsipsiroh.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsipsiroh.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=122&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsipsiroh.wordpress.com/2009/10/26/hidup-sehat-cara-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a99001807a16189761aa08591482e39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsipmoslem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Kaerawan&#8221; Awal Peradaban Islam di Arab Magribi</title>
		<link>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/10/18/kaerawan-awal-peradaban-islam-di-arab-magribi/</link>
		<comments>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/10/18/kaerawan-awal-peradaban-islam-di-arab-magribi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Oct 2007 05:29:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsipmoslem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic City]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem History]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sebuah Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/10/18/kaerawan-awal-peradaban-islam-di-arab-magribi/</guid>
		<description><![CDATA[Kaerawan terletak sekitar 156 km dari ibu kota Tunisia. Kata “kaerawan” berasal dari bahasa Persia yang diserap ke dalam bahasa Arab, berarti ‘tempat penyimpanan peluru’, ‘tempat turunnya pasukan tentara’, ‘waktu istirahat kafilah’ atau ‘tempat perkumpulan orang pada waktu perang’.
Kaerawan didirikan oleh Uqbah bin Nafi’ radhiyallahu &#8216;anhu pada tahun 50 H. Tujuan dibangunnya kota ini adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=121&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kaerawan terletak sekitar 156 km dari ibu kota Tunisia. Kata “kaerawan” berasal dari bahasa Persia yang diserap ke dalam bahasa Arab, berarti ‘tempat penyimpanan peluru’, ‘tempat turunnya pasukan tentara’, ‘waktu istirahat kafilah’ atau ‘tempat perkumpulan orang pada waktu perang’.<span id="more-121"></span></p>
<p align="justify">Kaerawan didirikan oleh Uqbah bin Nafi’ <em><span class="highlight">radhi</span>yallahu &#8216;anhu </em>pada tahun 50 H. Tujuan dibangunnya kota ini adalah agar umat Islam dapat tinggal dan menetap di tempat itu, karena Uqbah merasa khawatir kalau-kalau penduduk asli bangsa Afrika di sana kembali memeluk agama tradisionalnya bila ditinggalkan muslimin Arab.</p>
<p align="center"><img src="http://mediamusliminfo.googlepages.com/kaerawan.jpg" alt="Kota Kaerawan" height="389" width="400" /></p>
<p align="justify">
Pemilihan lokasi kota Kaerawan dilakukan oleh Uqbah bin Nafi atas pertimbangan strategis. Suatu ketika, ia pernah berkata kepada sahabat-sahabatnya, “Penduduk negeri ini tidak memiliki moral yang jelas. Bila mendapat tekanan pedang (senjata), mereka akan memeluk Islam, tetapi bila umat Islam pergi, mereka kembali ke tradisi dan memeluk agama lamanya. Saya tidak melihat perlunya umat Islam tinggal bersama mereka. Saya justru berpendapat perlu membangun sebuah kota yang akan menjadi tempat tinggal umat Islam penduduk setempat.” Para sahabat itu pun membenarkan pendapatnya.</p>
<p>Dibangunnya kota Kaerawan merupakan permulaan sejarah peradaban Islam di Arab Magribi. Kaerawan pernah memainkan dua peran dalam satu waktu: perang dan dakwah. Dari kota itu pasukan tentara Islam keluar melakukan penaklukan dan pembebasan, sementara para fuqaha menyebar ke pelosok negeri untuk mengajarkan bahasa Arab dan agama Islam.</p>
<p><strong>Uqbah bin Nafi berdoa untuk Kaerawan<br />
</strong>Salah satu bentuk perhatian Uqbah bin Nafi terhadap kota Kaerawan adalah apa yang dilakukannya setelah selesai membangun kota itu. Ketika itu ia mengumpulkan sahabat-sahabat dan tentara-tentara yang ikut bersamanya di kamp-kamp untuk diajak mengelilingi kota Kaerawan. Lalu ia berdoa, “Ya Alloh! Penuhilah kota ini dengan ilmu dan fikih. <span>Ramaikanlah dengan orang-orang yang taat dan beribadah kepada-Mu. Jadikanlah kota ini sebagai kebanggaan agama-Mu dan kehinaan bagi orang yang ingkar kepada-Mu. Tinggikanlah Islam dengan kota ini.”</p>
<p></span><strong><span>Pengaruh Uqbah bin Nafi terhadap Barbar<br />
</span></strong><span>Ketika menyaksikan Uqbah bin Nafi membangun sendiri pondasi kota Kaerawan, penduduk Barbar merasa kagum dengan pribadi keagamaan dan mental pengorbanannya demi Islam. Sikap kagum mereka itu membawa dampak positif yang ditandai dengan datangnya sejumlah besar penduduk kepada Uqbah untuk menyatakan keislaman dan bergabung ke dalam pasukan tentara Islam. Kota Kaerawan mempunyai tempat tersendiri di hati umat Islam setempat, sehingga mereka menjadikannya sebagai kota yang tidak boleh dimasuki kecuali oleh umat Islam.</p>
<p></span><span>Mesjid Kaerawan yang dibangun oleh Uqbah bin Nafi bersamaan dengan didirikannya kota Kaerawan merupakan objek wisata tersohor sepanjang sejarah, di samping merupakan mesjid tertua di Arab Maghribi. Mesjid Kaerawan ini merupakan tempat belajar berbagai persoalan agama, bahasa dan ilmu pengetahuan yang kelak menelorkan tokoh-tokoh terkemuka pada zamannya.</p>
<p></span><span>Di dalam mesjid dan sekolah Kaerawan dibangun sebuah perpustakaan. Kota Kaerawan kemudian semakin meluas hingga, menjadi salah satu kota paling terkenal di Arab Maghribi.</p>
<p></span><span><strong>Kaerawan sebagai Pusat Ilmu Pengetahuan dan Keagamaan<br />
</strong></span><span>Kaerawan merupakan pusat ilmu pengetahuan pertama di Arab Maghribi, disusul oleh Kordoba di Andalusia dan Fas di Maroko. </span><span>Kaerawan mempunyai peran penting dalam penyebaran dan pengajaran agama Islam, sesuai dengan harapan ketika pembangunan kota ini yaitu untuk mengajak penduduk Afrika memeluk Islam.</p>
<p></span><span><strong>Umar bin Abdul Aziz Mengutus Delegasi ke Kaerawan<br />
</strong></span><span>Pada masa pemerintahannya (99 – 151 H), Umar bin Abdul Aziz ingin meningkatkan taraf pengetahuan agama penduduk kota Kaerawan. Kemudian beliau menjadikan Kaerawan sebagai sentral tempat delegasinya yang terdiri atas sepuluh ulama dari kalangan Tabiin yang dikirim ke Afrika untuk mengajarkan agama Islam kepada penduduk Kaerawan.</p>
<p></span><span><strong>Tokoh-tokoh Kaerawan<br />
</strong></span><span>Tokoh-tokoh Kaerawan yang terkenal, di antaranya adalah Imam Sahnun bin Said, murid Imam Malik dan pengarang buku Al-Mudawwanah yang berperan besar dalam mengkodifikasi mazhab Maliki, Imam Abu Zayid Al-Qayrawani, Yahya bin Salamah Al-Bashri. </span>Sedangkan di bidang kedokteran dikenal keluarga Ibnul Jazzar</p>
<p align="justify">Sumber: <a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsipsiroh.wordpress.com/121/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsipsiroh.wordpress.com/121/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsipsiroh.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsipsiroh.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsipsiroh.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsipsiroh.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsipsiroh.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsipsiroh.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsipsiroh.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsipsiroh.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsipsiroh.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsipsiroh.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=121&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/10/18/kaerawan-awal-peradaban-islam-di-arab-magribi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a99001807a16189761aa08591482e39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsipmoslem</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mediamusliminfo.googlepages.com/kaerawan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kota Kaerawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buah Teguh Sebagai Islam</title>
		<link>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/08/02/buah-teguh-sebagai-islam/</link>
		<comments>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/08/02/buah-teguh-sebagai-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2007 11:52:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsipmoslem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Terdahulu]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem History]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sebuah Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/08/02/buah-teguh-sebagai-islam/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Seorang pemuda yang dulunya pernah studi di benua benua Eropa bercerita bahwa ketika dia masih di sana, ada seorang laki-laki &#8216;Bule&#8217; masuk Islam. Setelah masuk Islam, kondisinya berubah, dia benar-benar serius dan antusias sekali menjalankan syari&#8217;at Islam secara kaffah (menyeluruh). Bahkan dia dengan bangga menampakkan keislamannya dan membangga-banggakannya di hadapan orang-orang kafir tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=120&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><span class="fnu2"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span>Seorang pemuda yang dulunya pernah studi di benua benua Eropa bercerita bahwa ketika dia masih di sana, ada seorang laki-laki &#8216;Bule&#8217; masuk Islam. Setelah masuk Islam, kondisinya berubah, dia benar-benar serius dan antusias sekali menjalankan syari&#8217;at Islam secara kaffah (menyeluruh). Bahkan dia dengan bangga menampakkan keislamannya dan membangga-banggakannya di hadapan orang-orang kafir tanpa malu atau ragu-ragu sedikitpun, sekalipun tanpa momen. Yang jelas, dia selalu antusias untuk itu.<span id="more-120"></span></p>
<p align="justify">Dia menceritakan bahwa suatu hari, pada salah satu perusahaan milik orang kafir tercantum pengumuman lowongan kerja. Dia bergegas untuk melamar dengan penuh kebanggaan kepada agama barunya ini. Dia harus menghadiri interview dan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Tatkala interview dimulai, panitia khusus penerimaan karyawan baru pada perusahaan tersebut mengajukan beberapa pertanyaan yang diantaranya, &#8220;Apakah kamu minum khamar?.&#8221;</p>
<p>Si muslim yang bangga akan keislamannya ini menjawab, &#8220;Saya tidak meminum khamar sebab saya ini orang Islam dan agama saya melarang hal itu.&#8221; Lalu panitia bertanya lagi, &#8220;Apakah kamu punya teman kencan wanita?.&#8221; &#8220;Tidak, sebab agama Islam yang saya anut ini mengharamkan saya melakukan itu dan hanya membatasi hubungan saya dengan isteri yang saya nikahi sesuai dengan syari&#8217;at Allah Ta&#8217;ala saja, &#8221; jawabnya lagi.</p>
<p>Setelah itu diapun keluar dari ruangan dengan rona wajah setengah putus asa. Dia tidak yakin akan lulus dalam interview tersebut. Namun ternyata hasilnya amat mencengangkan. Semua peserta interview yang demikian banyak tersebut, tidak satupun yang lulus. Hanya dia saja yang lulus.</p>
<p>Oleh karena itu, dia segera menghadap panitia tersebut sembari bertanya-tanya, &#8220;Saya sebenarnya menunggu-nunggu penolakan kalian terhadap saya dalam pekerjaan ini. Soalnya saya tidak sepaham dengan agama kalian dan telah memeluk Islam, akan tetapi saya malah terperanjat, kok saya bisa diterima padahal banyak sekali saudara-saudara kalian yang sesama agama Nashrani juga ikut interview bersama saya. Sebenarnya, ada apa sih?.&#8221;, tanyanya.</p>
<p>Panitia tersebut memberikan alasannya, &#8220;Sesungguhnya calon pegawai untuk pekerjaan ini syaratnya harus orang yang sigap dalam segala kondisi dan ingatannya harus sehat. Sedangkan orang yang meminum khamar, tidak mungkin memenuhi persyaratan ini. Kami memang sedang menunggu-nunggu diantara sekian banyak pelamar tersebut, siapa diantara mereka yang tidak meminum khamar. Namun karena hanya anda yang memenuhi persyaratan tersebut, maka kami menjatuhkan pilihan pada anda untuk job ini.&#8221;</p>
<p><strong>Sungguh, apa lagi hal yang dapat mencegah seorang Muslim untuk berbohong, memanipulasi atau bermain dengan kata-kata?…Tentu, tidak lain adalah ketakwaannya. Maka, tidak ada lain berkah yang diberikan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em> kepada orang-orang yang bertakwa selain kemudahan dan rizki yang tidak disangka-sangka.</strong></p>
<p>(Sumber Rujukan: <em>Qashash Imâniyyah Ma&#8217;a al-Muttaqîn</em>, karya &#8216;Adil bin Muhammad al-&#8217;Abdul &#8216;Aliy, h.31-32)</td>
</tr>
</table>
<p><span class="article_seperator"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsipsiroh.wordpress.com/120/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsipsiroh.wordpress.com/120/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsipsiroh.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsipsiroh.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsipsiroh.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsipsiroh.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsipsiroh.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsipsiroh.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsipsiroh.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsipsiroh.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsipsiroh.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsipsiroh.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=120&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/08/02/buah-teguh-sebagai-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a99001807a16189761aa08591482e39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsipmoslem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Imam Nawawi</title>
		<link>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/07/10/imam-nawawi/</link>
		<comments>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/07/10/imam-nawawi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 10:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsipmoslem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Siroh]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Daulah]]></category>
		<category><![CDATA[Harokah]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic History]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem History]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/07/10/imam-nawawi/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Imam Nawawi lahir di desa Nawa di daerah khauran sebelah selatan kota Damsyik pada bulan Muharram 131 H. Beliau hidup di kelurga yang sangat menghargai ilmu dien. Alloh Subhanahu wa Ta’ala memberikan kepada beliau kecintaan kepada ilmu dan hafalan Al quran. Dengan dukungan ayah beliau, imam nawawi memperoleh kemulian besar dalam kehidupan ilmiah.
Imam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=119&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><span><span><span><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span></span></span>Imam Nawawi lahir di desa Nawa di daerah khauran sebelah selatan kota Damsyik pada bulan Muharram 131 H. Beliau hidup di kelurga yang sangat menghargai ilmu dien. Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>memberikan kepada beliau kecintaan kepada ilmu dan hafalan Al quran. Dengan dukungan ayah beliau, imam nawawi memperoleh kemulian besar dalam kehidupan ilmiah.<span id="more-119"></span></p>
<p align="justify">Imam Nawawi pindah ke Damsyik, tinggal di madrasah untuk menuntut ilmu. Beliau sangat tekun menuntut ilmu agama, hafal &#8216;at tanbih&#8217; dalam waktu 4,5 bulan, di bulan sisanya di tahun itu beliau menghafal rab&#8217;ul muhadzdzab. Beliau belajar ilmu terus menerus hingga menjadi ulama besar dalam fiqh madzhab Syafi&#8217;i, dalam bidang hadits dan bahasa.</p>
<p>Imam Nawawi dikenal sebagai seorang alim rabbani, zuhud dalam dunia, wara&#8217; dan beliau hampir tidak pernah berpaling dari ketaatan, kuat dalam amar ma&#8217;ruf nahi munkar, menasehati penguasa, tidak takut celaan orang karena Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>.</p>
<p>Beliau memiliki kedudukan yang tinggi yang dikenal oleh ulama di jamannya. Berkaitan dengan ini Syaikh ibn farh menyatakan bahwa Imam Nawawi memiliki tiga derajat yang satu derajatnya saja sangat berat dicapai oleh orang lain, yaitu ilmu, zuhud dan amar ma&#8217;ruf nahi mungkar.</p>
<p><strong>Wafat beliau<br />
</strong>Nawawi meninggal pada tanggal 14 Rajab 176 H di Nawa. Umur Imam Nawawi memang tidak panjang, tidak lebih dari 45 tahun, meskipun demikian usia yang tidak panjang itu penuh barakah. Umur yang tidak panjang itu, beliau habiskan untuk ibadah, ketaatan, mengajar dan menulis.</p>
<p><strong>Karya Imam Nawawi<br />
</strong>Beliau mewariskan peninggallan yang berharga dalam beragam ilmu-ilmu agama, yang dapat dibaca oleh para penelaah, dan pembaca. Disaat beliau diberi kekuatan pemahaman dalam memahami nash, ilmu fiqh, ushul fiqh, mustholah, bahasa dan bidang ilmu yang lain. Diantara karangan beliau adalah <em>Minhaj fi syarah shahih Muslim, Taahdzibul asma&#8217; waal lughoh, Minhajuj tholibin, Ad daqoiq, Tashhihul tanbih fi fiqhil asy syafi&#8217;iyah, Taqrib wa tahsin fi mushtolah al hadits, Riyadhus shalihin min kalamisayidil mursalin</em> dan tulisan-tulisan lain yang masih banyak.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsipsiroh.wordpress.com/119/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsipsiroh.wordpress.com/119/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsipsiroh.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsipsiroh.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsipsiroh.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsipsiroh.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsipsiroh.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsipsiroh.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsipsiroh.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsipsiroh.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsipsiroh.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsipsiroh.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=119&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/07/10/imam-nawawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a99001807a16189761aa08591482e39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsipmoslem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abdullah ibnu Rawahah, Sang Pejuang Islam</title>
		<link>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/07/10/abdullah-ibnu-rawahah-sang-pejuang-islam/</link>
		<comments>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/07/10/abdullah-ibnu-rawahah-sang-pejuang-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 10:25:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsipmoslem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Siroh]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Daulah]]></category>
		<category><![CDATA[Harokah]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic City]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic History]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem History]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/07/10/abdullah-ibnu-rawahah-sang-pejuang-islam/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Rasululloh Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam sedang duduk di suatu tempat dataran tinggi kota Mekah, menghadapi para utusan yang datang dari kota Madinah,  dengan  bersembunyi-sembunyi  dari kaum Quraisy. Mereka yang datang ini terdiri dari duabelas orang utusan suku atau kelompok  yang  kemudian  dikenal dengan nama Kaum Anshar. Mereka sedang dibai&#8217;at Rasul (diambil Janji sumpah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=118&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><span><span><span><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span></span>Rasululloh <em>Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam</em> sedang duduk di suatu tempat dataran tinggi kota Mekah, menghadapi para utusan yang datang dari kota Madinah,  dengan  bersembunyi-sembunyi  dari kaum Quraisy. Mereka yang datang ini terdiri dari duabelas orang utusan suku atau kelompok  yang  kemudian  dikenal dengan nama Kaum Anshar. Mereka sedang dibai&#8217;at Rasul (diambil Janji sumpah setia) yang terkenal pula dengan nama <em>Bai&#8217;ah Al-Aqabah al-Ula</em> (Aqabah pertama). Merekalah pembawa dan penyi&#8217;ar IsIam pertama ke kota Madinah, dan bai&#8217;at  merekalah yang membuka jalan bagi hijrah Nabi beserta pengikut beliau, yang  kemudian, membawa kemajuan pesat bagi Agama Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>yaitu Islam. Salah satu dari utusan yang dibai&#8217;at Nabi itu, adalah Abdullah bin Rawahah.</span><span id="more-118"></span></p>
<p align="justify">Pada tahun berikutnya, Rasululloh <em>Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam</em> membai&#8217;at lagi tujuhpuluh tiga orang Anshar dari penduduk Madinah pada bai&#8217;at &#8216;Aqabah kedua, dimana Abdulah Ibnu Rawahah ini pun termasuk salah seorang utusan yang dibai&#8217;at itu.</p>
<p>Kemudian sesudah Rasululloh <em>Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam</em> bersama shahabatnya hijrah ke Madinah dan menetap di sana, maka Abdullah bin Rawahah jualah yang paling banyak usaha dan kegiatannya dalam membela Agama dan mengukuhkan sendi-sendinya. Ialah yang paling waspada mengawasi sepak terjang dan tipu muslihat Abdulla bin Ubay (pemimpin golongan munafik) yang oleh penduduk Madinah telah dipersiapkan untuk diangkat menjadi raja sebelum Islam hijrah ke sana, dan yang tak putus-putusnya berusaha menjatuhkan Islam dengan tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada. Berkat kesiagaan Abdullah bin Rawahah yang terus-menerus mengikuti gerak-gerik Abdullah bin Ubay dengan cermat, maka gagalah usahanya, dan maksud-maksud jahatnya terhadap Islam dapat di patahkan.</p>
<p><strong>Ibnu Rawahah</p>
<p></strong><span>Ibnu Rawahah adalah seorang penulis yang tinggal di suatu lingkungan yang langka degan kepandaian tulisi baca. Ia juga seorang penyair yang lancar, untaian syair-syairnya meluncur dari lidahnya dengan kuat dan indah didengar &#8230;.</p>
<p></span><span>Semenjak ia memeluk Islam, dibaktikannya kemampuannya bersyair itu untuk mengabdi  bagi kejayaan Islam &#8230;..Dan Rasululloh <em>Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam</em> menyukai dan menikmati syair-syairnya dan sering beliau minta untuk lebih tekun lagi membuat syair.</p>
<p><strong>Perperangan</p>
<p></strong><span>Balatentara Islam maju bergerak kemedan perang muktah. Sewaktu orang-orang Islam dari kejauhan telah dapat melihat musuh-musuh mereka, mereka memperkirakan besarnya balatentara Romawi sekitar duaratus ribu orang …, karena menurut kenyataan barisan tentara mereka seakan tak ada ujung alhir dan seolah-olah tidak terbilang banyaknya ….!</p>
<p></span><span>Orang-orang Islam melihat jumlah mereka yang sedikit, lalu terdiam …dan sebagian ada yang menyeletuk berkata: &#8220;Baiknya kita kirim utusan kepada Rasululloh <em>Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam</em>, memberitakan jurnlah musuh yang besar. </span><span>Mungkin kita dapat bantuan tambahan pasukan, atau jika diperintahkan tetap maju maka kita patuhi&#8221;.</p>
<p></span><span>Tetapi Ibnu Rawahah, bagaikan datangnya siang bangun berdiri di antara barisan pasukan-pasukannya lalu berucap: &#8220;Saudara-saudara sekalian! Demi Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, sesungguhnya kita berperang melawan musuh-musuh kita bukan berdasar bilangan, kekuatan atau banyaknya jumlah Kita tidak memerangi memerangi mereka, melainkan karena mempertahankan  Agama  kita ini, yang dengan memeluknya kita telah dimuliakan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>&#8230; ! </span><span>Ayohlah kita maju ….! Salah satu dari dua kebaikan pasti kita capai, kemenagan atau syahid di jalan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>&#8230; !&#8221;</p>
<p></span><span>Dengan bersorak-sorai Kaum Muslimin yang sedikit bilangannya tetapi  besar imannya itu menyatakan setuju. Mereka berteriak:  &#8220;Sungguh, demi  Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>,  benar  yang dibilang Ibnu Rawahah.. !&#8221;</p>
<p></span><span>Demikianlah,  pasukan  terus ke tujuannya,  dengan  bilangan yang jauh lebih sedikit menghadapi musuh yang berjumlah 200.000 yang berhasil dihimpun orang Romawi untuk menghadapi suatu peperangan dahsyat yang belum ada taranya.</p>
<p></span><span>Kedua pasukan, balatentara itu pun bertemu, lalu berkecamuklah pertempuran di antara keduanya.</p>
<p></span><span>Pemimpin yang pertama Zaid bin Haritsah gugur sebagai syahid yang mulia, disusul oleh pemimpin yang kedua Ja&#8217;far bin Abi Thalib, hingga ia memperoleh syahidnya pula dengan penuh kesabaran, dan menyusul pula sesudah itu pemimpin yang ketiga ini, Abdullah bin Rawahah. Dikala itu ia memungut panji perang dari tangan kanannya Ja&#8217;far, sementara peperangan sudah mencapai puncaknya. Hampir-hampirlah pasukan Islam yang kecil itu, tersapu musnah diantara pasukan-pasukan Romawi yang datang membajir laksana air bah, yang berhasil dihimpun oleh Heraklius untuk maksud ini.</p>
<p></span><span>Ketika ia bertempur sebagai seorang prajurit, ibnu Rawahah ini menerjang ke muka dan ke belakang, ke kiri dan ke kanan tanpa ragu-ragu dan perduli. Sekarang setelah menjadi panglima seluruh pasukan yang akan dimintai tanggung jawabnya atas hidup mati pasukannya, demi terlihat kehebatan tentara romawi seketika seolah terlintas rasa kecut dan ragu-ragu pada dirinya. Tetapi saat itu hanya sekejap, kemudian ia membangkitkan seluruh semangat dan kekutannya dan melenyapkan semua kekhawatiran dari  dirinya, sambil berseru:</p>
<p></span><span>&#8220;Aku telah bersumpah wahai diri, maju ke medan laga<br />
Tapi kenapa kulihat engkau menolak syurga …..<br />
Wahai diri, bila kau tak tewas terbunuh, kau kan pasti mati<br />
Inilah kematian sejati yang sejak lama kau nanti …….<br />
Tibalah waktunya apa yang engkau idam-idamkan selama ini<br />
Jika kau ikuti jejak keduanya, itulah ksatria sejati ….!&#8221;<br />
(Maksudnya, kedua sahabatnya Zaid dan Ja&#8217;far yang telah mendahului gugur sebagai syuhada).</p>
<p><strong>Wafatnya</p>
<p></strong></span></span><span><span><span>Jika kamu berbuat seperti keduanya, itulah ksatria sejati…..!&#8221; Ia pun maju menyerbu orang-orang Romawi dengan tabahnya …… Kalau tidaklah taqdir Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>yang menentukan, bahwa hari itu adalah saat janjinya akan ke syurga, niscaya ia akan terus menebas musuh dengan pedangnya, hingga dapat menewaskan sejumlah besar dari mereka …. Tetapi waktu keberangkatan sudah tiba, yang memberitahukan awal perjalananya pulang ke hadirat Alloh, maka naiklah ia sebagai syahid…..</p>
<p></span><span>Jasadnya jatuh terkapar, tapi rohnya yang suci dan perwira naik menghadap Zat Yang Maha Pengasih lagi Maha Tinggi, dan tercapailah puncak idamannya: </span><span>&#8220;Hingga dikatakan, yaitu bila mereka meliwati mayatku: Wahai prajurit perang yang dipimpin Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, dan benar ia telah terpimpin!&#8221; &#8220;Benar engkau, ya Ibnu Rawahah….! Anda adalah seorang prajurit yang telah dipimpin oleh Alloh…..!&#8221;</p>
<p><span>Selagi pertempuran sengit sedang berkecamuk di bumi Balqa&#8217;  di Syam, Rasululloh <em>Shallallohu alaihi wa Sallam</em> sedang duduk beserta para shahabat di Madinah sambil mempercakapkan mereka. Tiba-tiba percakapan yang berjalan dengan tenang tenteram, Nabi terdiam, kedua matanya jadi basah berkaca-kaca. Beliau mengangkatkan wajahnya dengan mengedipkan kedua matanya, untuk melepas air mata yang jatu disebabkan rasa duka dan belas kasihan &#8230; ! Seraya memandang berkeliling ke  wajah  para shahabatnya dengan pandangan haru, beliau berkata: &#8220;Panji perang dipegang oleh Zaid bin Haritsah, ia bertempur bersamanya hingga ia gugur sebagai syahid &#8230;.. Kemudian diambil alih oleh Ja&#8217;far, dan ia bertempur pula bersamanya sampai syahid pula &#8230;.&#8221;. Be!iau berdiam sebentar, lain diteruskannya ucapannya: &#8220;Kemudian panji itu dipegang oleh Abdulah bin Rawahah dan ia bertempur  bersama panji itu, sampai akhirnya ia·pun syahid pula&#8221;.</p>
<p></span><span>Kemudian Rasul diam lagi seketika, sementara mata beliau bercahaya, menyinarkan kegembiraan, ketentraman dan kerinduan, lalu katanya pula : &#8220;Mereka bertiga diangkatkan ke tempatku ke syurga …&#8221;</p>
<p>Perjalanan manalagi yang lebih mulia …….<br />
Kesepakatan mana lagi yang lebih berbahagia …….<br />
Mereka maju ke medan laga bersama-sama …….<br />
Dan mereka naik ke syurga bersama-sama pula ….</p>
<p></span><span>Dan penghormatan terbaik yang diberikan untuk mengenangkan jasa mereka yang abadi, ialah ucapan Rasululloh <em>Shallallohu alaihi wa Sallam</em> yang berbunyi: </span><span>&#8220;Mereka telah diangkatkan ke tempatku ke syurga…… &#8220;</p>
<p>(Sumber Rujukan: <span>Rijal Haular Rasul</span>)</span></span></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsipsiroh.wordpress.com/118/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsipsiroh.wordpress.com/118/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsipsiroh.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsipsiroh.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsipsiroh.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsipsiroh.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsipsiroh.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsipsiroh.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsipsiroh.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsipsiroh.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsipsiroh.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsipsiroh.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=118&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/07/10/abdullah-ibnu-rawahah-sang-pejuang-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a99001807a16189761aa08591482e39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsipmoslem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Dari Siroh Nabi Musa &#8216;Alaihis Salam</title>
		<link>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/06/27/pelajaran-dari-siroh-nabi-musa-alaihis-salam-2/</link>
		<comments>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/06/27/pelajaran-dari-siroh-nabi-musa-alaihis-salam-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jun 2007 12:52:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsipmoslem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Siroh]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Daulah]]></category>
		<category><![CDATA[Harokah]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic History]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Terdahulu]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem History]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat-Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Panggilan]]></category>
		<category><![CDATA[Sebuah Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Sepucuk Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/06/27/pelajaran-dari-siroh-nabi-musa-alaihis-salam-2/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Musa &#8216;Alaihis Salam merupakan Nabi Bani Israil teragung. Syari’at dan kitabnya, Taurat, merupakan rujukan seluruh nabi-nabi dari kalangan Bani Israil dan ulama mereka. Pengikut beliau, juga termasuk yang terbanyak setelah ummat Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam. Beliau lahir saat Fir’aun melakukan penindasan yang sadis terhadap Bani Israil. Bayi laki-laki mereka yang baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=117&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;" class="MsoBodyTextIndent3"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; Musa <em>&#8216;Alaihis Salam</em> merupakan Nabi Bani Israil teragung. Syari’at dan kitabnya, Taurat, merupakan rujukan seluruh nabi-nabi dari kalangan Bani Israil dan ulama mereka. Pengikut beliau, juga termasuk yang terbanyak setelah ummat Nabi Muhammad <em>Shallallaahu alaihi wa Sallam</em>. Beliau lahir saat Fir’aun melakukan penindasan yang sadis terhadap Bani Israil. Bayi laki-laki mereka yang baru lahir dibunuh dan kaum wanita ditindas dengan menjadikannya sebagai pengabdi kaum laki-laki dan sasaran penghinaan.<span id="more-117"></span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Ketika lahir, ibunda beliau merasa was-was, khawatir anaknya jatuh ke tangan Fir’aun, sebab hal itu bukan mustahil terjadi, mengingat penguasa yang diktator ini banyak mengirim mata-matanya ke seluruh penjuru negeri, khususnya untuk menyelidiki aktivitas kaum wanita Bani Israil yang hamil dan jenis kelamin bayi-bayi mereka yang lahir. Dan apabila yang ditemukan adalah bayi laki-laki, maka  dibunuh.</p>
<p>Secara kebetulan, rumah keluarga beliau ditakdirkan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala  </em>terletak di dataran yang menjorok ke Sungai Nil. Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>memberikan ilham kepada ibundanya, agar meletakkan sang anak ke dalam peti, lalu dihanyutkan ke laut, sembari mengikatnya dengan tali agar tidak dibawa oleh arus air yang deras. Tetapi, sebagai kasih sayang Allah terhadap ibundanya,  Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em> mewahyukan kepadanya, yang artinya <em>“Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa ; “Susuilah dia dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan jangan (pula) bersedih hati, karena sesungguh-nya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul”.</em> (QS: Al-Qashash: 7)</p>
<p>Pada suatu hari, tatkala sang ibu menghayutkan peti yang berisi sang bayi tersayang ke laut, tiba-tiba tali pengikatnya lepas, sehingga terbawa oleh arus. Rupanya,  Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em> menakdirkan peti tersebut jatuh ke tangan keluarga Fir’aun, kemudian diserahkan kepada isteri Fir’aun, Asiah.</p>
<p>Saat melihat rupa bayi tersebut, dia sangat senang sekali. Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em> telah menumbuhkan rasa cinta di hati orang-orang terhadapnya, sehingga berita tentangnya pun tersiar ke seluruh pelosok negeri. Juga, tak ayal berita itu pun sampai ke telinga Fir’aun lalu dia mengirimkan bala tentara untuk menyelidiki dan membunuhnya. Namun, sang istri yang baik hati, memintanya agar tidak membunuh sang anak, sebab dia begitu menyenangkan dan siapa tahu kelak bisa berguna dan benar-benar menjadi anak mereka berdua. Karena bujukan sang istri, sang bayi itu pun  selamat dari pembunuhan.</p>
<p>Saat yang sama istri Fir’aun sendiri cepat tanggap dalam memberikan layanan terhadap sang bayi. Dia mengundang para penyusu bayi dari pelosok negeri dan meminta mereka mencoba untuk menyusui sang anak, tetapi tak satu pun dari mereka yang bisa melakukannya. Karena bingung, mereka membawanya ke luar untuk berjalan-jalan dan berharap  Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em> mempertemukannya dengan seseorang yang tepat. Dan akhirnya, melalui saudara perempuan Nabi Musa <em> &#8216;Alaihis Salam </em>sendiri ia menemukan  penyusu yang (juga) tak lain adalah ibu kandung sang bayi.</p>
<p>Terkait dengan kisah Nabi Musa<em> &#8216;Alaihis Salam</em>, di sini akan dipaparkan lima belas pelajaran penting yang dapat dipetik dari sekian banyak pelajaran penting lainnya. Diantara pelajaran-pelajaran tersebut adalah:</p>
<p align="justify">
<ol>
<li>Kasih sayang Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> terhadap ibu nabi Musa <em>&#8216;Alaihis Salam</em>. Di antara tanda-tanda kasih sayang tersebut: Pertama, Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>      memberikan ilham kepada ibunda Nabi Musa, sehingga dengan cara itu Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menyelamatkan anak kesayang-annya yang dibawa arus Sungai Nil. Kedua, Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menyampaikan berita gembira bahwa Dia      akan mengem-balikan sang anak ke pangkuan ibundanya lagi. Ketiga, Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> telah mengharamkan air susu wanita-wanita penyusu lainnya masuk ke mulut anaknya yakni sang bayi, padahal dia sangat membutuhkan air susu tersebut.</li>
<li>Bahwa tanda-tanda yang diberikan oleh Allah dan pelajaran yang dapat diambil dari umat-umat terdahulu hanya bisa diraih oleh orang-orang yang beriman, sebagaimana Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, yang artinya: <em>“Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir’aun dengan benar untuk orang-orang yang beriman”.</em> (QS: Al-Qashash: 3)</li>
<li>Bahwa apabila Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>menghendaki sesuatu, Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> akan      menyediakan sebab-sebabnya dan akan mendatang-kannya secara bertahap,      bukan sekaligus.</li>
<li>Umat yang lemah betapa pun kondisi lemahnya, tidak semestinya diliputi oleh kemalasan di dalam merebut kembali hak-haknya, apalagi sampai berputus asa untuk meraih hal yang lebih tinggi, khususnya bila kondisi mereka terzhalimi.</li>
<li>Bahwa selama umat ini terhina dan tertindas, namun tidak bergerak menuntutnya, maka tidak mungkin dapat menjalankan urusan agamanya secara bebas. Demikian pula dengan urusan duniawinya.</li>
<li>Bahwa ketakutan yang bersifat alami terhadap makhluk, tidak menafi-kan keimanan, apalagi menghilangkan-nya. Hal inilah yang terjadi terhadap Ibunda Musa dan Musa sendiri.</li>
<li>Bahwa iman bisa      bertambah dan berkurang berdasarkan firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah)” </em>(QS: Al-Qashash: 10)<br />
Yang dimaksud dengan iman di dalam ayat ini adalah bertambah      ketentramannya.</li>
<li>Di antara nikmat Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> yang paling besar terhadap seorang hamba adalah bersemayamnya kamantapan di dalam dirinya, saat menghadapi hal-hal yang merisaukan dan menakutkan, sebab keimanan dan pahala yang bertambah memungkinkannya untuk mengung-kapkan perkataan yang benar dan tindakan yang tepat, sehingga pandangan dan pikirannya semakin mantap.</li>
<li>Meskipun seorang hamba sudah mengetahui bahwa Qadha’ dan Taqdir Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> adalah haq dan janji-Nya pasti akan terjadi, namun dia tidak boleh mengecilkan arti sebuah usaha yang dapat berguna baginya dan bisa menjadi sebab keberhasilannya di dalam mencapai usaha tersebut. Usaha yang dilakukan ibu Nabi Musa adalah mengutus saudara perempuannya, agar mencari dimana keberadaan bayi Nabi Musa.</li>
<li>Kisah Nabi Musa <em>&#8216;Alaihis Salam</em> mengisyaratkan dibolehkannya wanita keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Demikian pula, dibolehkan baginya berbicara dengan kaum lelaki bilamana tidak terdapat kendala dan bahaya. Hal ini pernah dilakukan oleh saudara perempuan Nabi Musa dan kedua anak perempuan Nabi Syu’aib<em> &#8216;Alaihis Salam.</em></li>
<li>Syari’at umat terdahulu juga berlaku terhadap ummat ini, manakala di dalam syari’at kita tidak ada yang menghapus hukumnya. Indikasinya, tindakan ibunda Musa mengambil upah menyusui anaknya sendiri dari keluarga Fir’aun. Tindakan ini dibolehkan juga dalam syari’at kita karena tidak ada dalil yang menghapus hukumnya.</li>
<li>Bahwa membunuh seorang kafir yang sudah memiliki ikatan dalam suatu perjanjian atau adat, adalah tidak boleh. Ini dapat dipahami dari penyesalan yang ditampakkan oleh Nabi Musa saat secara tidak disadari-nya telah membunuh seorang Qibthiy. Beliau memohon ampun dan bertaubat kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> atas perbuatannya tersebut.</li>
<li>Manakala khawatir diri akan binasa dengan cara sewenang-wenang (tanpa haq) bila menetap di suatu tempat, maka hendaknya tidak nekad tinggal di sana dan menyerah dengan kondisi tersebut.</li>
<li>Bila harus melakukan suatu pilihan terpahit antara dua hal yang sama-sama dapat menimbulkan kerusakan, maka wajib untuk melakukan hal yang lebih ringan dan aman di antara keduanya sehingga dengan begitu, dapat mencegah timbulnya hal yang paling fatal dan berbahaya dari salah satu yang lainnya. Di dalam hal ini, Nabi Musa <em>&#8216;Alaihis Salam</em> memilih melarikan diri menuju ke sebagian negeri yang amat jauh dan tidak pernah dilalui sebelumnya. Tentu, pilihan ini lebih menjanjikan dan selamat, meskipun pahit ketimbang tetap tinggal di Mesir.</li>
<li>Dalam kisah Nabi      Musa <em>&#8216;Alaihis Salam</em> terdapat suatu isyarat yang manis, terkait dengan seorang penuntut ilmu syar’i atau katakanlah seorang Mujtahid. Yakni, bahwa bila tidak dapat menentukan mana di antara dua pendapat yang lebih kuat padahal sudah berusaha semaksimal mungkin dan dengan niat yang ikhlas <em>lillahi ta’ala</em>, maka hendaknya meminta petunjuk kepada Rabb agar dibimbing dalam menentukan antara dua pendapat tersebut. Kondisi inilah yang dihadapi oleh Musa<em> &#8216;Alaihis Salam</em> tatkala sampai di kota Madyan dimana dia tidak dapat menentukan jalur mana yang harus dilaluinya. Beliau berdo’a melalui firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“Mudah-mudahan Rabbku memimpinku ke jalan yang benar”.</em> (QS: Al-Qashash:      22)</li>
</ol>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Demikian diantara pelajaran-pelajaran yang dapat dipetik dari kisah Nabi Musa &#8216;Alaihis Salam di dalam surat al-Qashash khususnya, dan di dalam al-Qur’an umumnya.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Qashash Al-Anbiya; fushul fî dzikri ma qashsha-llahu ‘alaina fi kitabihi min Akhbar al-Anbiya’ maa Aqwamihim” , karya Syaikh ‘Abdurrahmân bin Nashir as-Sa’diy, dengan sedikit perubahan dan tambahan)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsipsiroh.wordpress.com/117/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsipsiroh.wordpress.com/117/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsipsiroh.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsipsiroh.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsipsiroh.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsipsiroh.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsipsiroh.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsipsiroh.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsipsiroh.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsipsiroh.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsipsiroh.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsipsiroh.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=117&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/06/27/pelajaran-dari-siroh-nabi-musa-alaihis-salam-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a99001807a16189761aa08591482e39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsipmoslem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Dari Siroh Nabi Musa &#8216;Alaihis Salam</title>
		<link>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/06/27/pelajaran-dari-siroh-nabi-musa-alaihis-salam/</link>
		<comments>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/06/27/pelajaran-dari-siroh-nabi-musa-alaihis-salam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jun 2007 12:52:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsipmoslem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Siroh]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Daulah]]></category>
		<category><![CDATA[Harokah]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic History]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Terdahulu]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem History]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat-Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Panggilan]]></category>
		<category><![CDATA[Sebuah Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Sepucuk Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/06/27/pelajaran-dari-siroh-nabi-musa-alaihis-salam/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Musa &#8216;Alaihis Salam merupakan Nabi Bani Israil teragung. Syari’at dan kitabnya, Taurat, merupakan rujukan seluruh nabi-nabi dari kalangan Bani Israil dan ulama mereka. Pengikut beliau, juga termasuk yang terbanyak setelah ummat Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam. Beliau lahir saat Fir’aun melakukan penindasan yang sadis terhadap Bani Israil. Bayi laki-laki mereka yang baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=116&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;margin:0 0 0.0001pt;" class="MsoBodyTextIndent3"><a href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; Musa <em>&#8216;Alaihis Salam</em> merupakan Nabi Bani Israil teragung. Syari’at dan kitabnya, Taurat, merupakan rujukan seluruh nabi-nabi dari kalangan Bani Israil dan ulama mereka. Pengikut beliau, juga termasuk yang terbanyak setelah ummat Nabi Muhammad <em>Shallallaahu alaihi wa Sallam</em>. Beliau lahir saat Fir’aun melakukan penindasan yang sadis terhadap Bani Israil. Bayi laki-laki mereka yang baru lahir dibunuh dan kaum wanita ditindas dengan menjadikannya sebagai pengabdi kaum laki-laki dan sasaran penghinaan.<span id="more-116"></span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Ketika lahir, ibunda beliau merasa was-was, khawatir anaknya jatuh ke tangan Fir’aun, sebab hal itu bukan mustahil terjadi, mengingat penguasa yang diktator ini banyak mengirim mata-matanya ke seluruh penjuru negeri, khususnya untuk menyelidiki aktivitas kaum wanita Bani Israil yang hamil dan jenis kelamin bayi-bayi mereka yang lahir. Dan apabila yang ditemukan adalah bayi laki-laki, maka  dibunuh.</p>
<p>Secara kebetulan, rumah keluarga beliau ditakdirkan Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala  </em>terletak di dataran yang menjorok ke Sungai Nil. Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>memberikan ilham kepada ibundanya, agar meletakkan sang anak ke dalam peti, lalu dihanyutkan ke laut, sembari mengikatnya dengan tali agar tidak dibawa oleh arus air yang deras. Tetapi, sebagai kasih sayang Allah terhadap ibundanya,  Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em> mewahyukan kepadanya, yang artinya <em>“Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa ; “Susuilah dia dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan jangan (pula) bersedih hati, karena sesungguh-nya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul”.</em> (QS: Al-Qashash: 7)</p>
<p>Pada suatu hari, tatkala sang ibu menghayutkan peti yang berisi sang bayi tersayang ke laut, tiba-tiba tali pengikatnya lepas, sehingga terbawa oleh arus. Rupanya,  Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em> menakdirkan peti tersebut jatuh ke tangan keluarga Fir’aun, kemudian diserahkan kepada isteri Fir’aun, Asiah.</p>
<p>Saat melihat rupa bayi tersebut, dia sangat senang sekali. Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em> telah menumbuhkan rasa cinta di hati orang-orang terhadapnya, sehingga berita tentangnya pun tersiar ke seluruh pelosok negeri. Juga, tak ayal berita itu pun sampai ke telinga Fir’aun lalu dia mengirimkan bala tentara untuk menyelidiki dan membunuhnya. Namun, sang istri yang baik hati, memintanya agar tidak membunuh sang anak, sebab dia begitu menyenangkan dan siapa tahu kelak bisa berguna dan benar-benar menjadi anak mereka berdua. Karena bujukan sang istri, sang bayi itu pun  selamat dari pembunuhan.</p>
<p>Saat yang sama istri Fir’aun sendiri cepat tanggap dalam memberikan layanan terhadap sang bayi. Dia mengundang para penyusu bayi dari pelosok negeri dan meminta mereka mencoba untuk menyusui sang anak, tetapi tak satu pun dari mereka yang bisa melakukannya. Karena bingung, mereka membawanya ke luar untuk berjalan-jalan dan berharap  Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em> mempertemukannya dengan seseorang yang tepat. Dan akhirnya, melalui saudara perempuan Nabi Musa <em> &#8216;Alaihis Salam </em>sendiri ia menemukan  penyusu yang (juga) tak lain adalah ibu kandung sang bayi.</p>
<p>Terkait dengan kisah Nabi Musa<em> &#8216;Alaihis Salam</em>, di sini akan dipaparkan lima belas pelajaran penting yang dapat dipetik dari sekian banyak pelajaran penting lainnya. Diantara pelajaran-pelajaran tersebut adalah:</p>
<p align="justify">
<ol>
<li>Kasih sayang Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> terhadap ibu nabi Musa <em>&#8216;Alaihis Salam</em>. Di antara tanda-tanda kasih sayang tersebut: Pertama, Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>      memberikan ilham kepada ibunda Nabi Musa, sehingga dengan cara itu Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menyelamatkan anak kesayang-annya yang dibawa arus Sungai Nil. Kedua, Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menyampaikan berita gembira bahwa Dia      akan mengem-balikan sang anak ke pangkuan ibundanya lagi. Ketiga, Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> telah mengharamkan air susu wanita-wanita penyusu lainnya masuk ke mulut anaknya yakni sang bayi, padahal dia sangat membutuhkan air susu tersebut.</li>
<li>Bahwa tanda-tanda yang diberikan oleh Allah dan pelajaran yang dapat diambil dari umat-umat terdahulu hanya bisa diraih oleh orang-orang yang beriman, sebagaimana Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, yang artinya: <em>“Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir’aun dengan benar untuk orang-orang yang beriman”.</em> (QS: Al-Qashash: 3)</li>
<li>Bahwa apabila Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>menghendaki sesuatu, Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> akan      menyediakan sebab-sebabnya dan akan mendatang-kannya secara bertahap,      bukan sekaligus.</li>
<li>Umat yang lemah betapa pun kondisi lemahnya, tidak semestinya diliputi oleh kemalasan di dalam merebut kembali hak-haknya, apalagi sampai berputus asa untuk meraih hal yang lebih tinggi, khususnya bila kondisi mereka terzhalimi.</li>
<li>Bahwa selama umat ini terhina dan tertindas, namun tidak bergerak menuntutnya, maka tidak mungkin dapat menjalankan urusan agamanya secara bebas. Demikian pula dengan urusan duniawinya.</li>
<li>Bahwa ketakutan yang bersifat alami terhadap makhluk, tidak menafi-kan keimanan, apalagi menghilangkan-nya. Hal inilah yang terjadi terhadap Ibunda Musa dan Musa sendiri.</li>
<li>Bahwa iman bisa      bertambah dan berkurang berdasarkan firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah)” </em>(QS: Al-Qashash: 10)<br />
Yang dimaksud dengan iman di dalam ayat ini adalah bertambah      ketentramannya.</li>
<li>Di antara nikmat Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> yang paling besar terhadap seorang hamba adalah bersemayamnya kamantapan di dalam dirinya, saat menghadapi hal-hal yang merisaukan dan menakutkan, sebab keimanan dan pahala yang bertambah memungkinkannya untuk mengung-kapkan perkataan yang benar dan tindakan yang tepat, sehingga pandangan dan pikirannya semakin mantap.</li>
<li>Meskipun seorang hamba sudah mengetahui bahwa Qadha’ dan Taqdir Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> adalah haq dan janji-Nya pasti akan terjadi, namun dia tidak boleh mengecilkan arti sebuah usaha yang dapat berguna baginya dan bisa menjadi sebab keberhasilannya di dalam mencapai usaha tersebut. Usaha yang dilakukan ibu Nabi Musa adalah mengutus saudara perempuannya, agar mencari dimana keberadaan bayi Nabi Musa.</li>
<li>Kisah Nabi Musa <em>&#8216;Alaihis Salam</em> mengisyaratkan dibolehkannya wanita keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Demikian pula, dibolehkan baginya berbicara dengan kaum lelaki bilamana tidak terdapat kendala dan bahaya. Hal ini pernah dilakukan oleh saudara perempuan Nabi Musa dan kedua anak perempuan Nabi Syu’aib<em> &#8216;Alaihis Salam.</em></li>
<li>Syari’at umat terdahulu juga berlaku terhadap ummat ini, manakala di dalam syari’at kita tidak ada yang menghapus hukumnya. Indikasinya, tindakan ibunda Musa mengambil upah menyusui anaknya sendiri dari keluarga Fir’aun. Tindakan ini dibolehkan juga dalam syari’at kita karena tidak ada dalil yang menghapus hukumnya.</li>
<li>Bahwa membunuh seorang kafir yang sudah memiliki ikatan dalam suatu perjanjian atau adat, adalah tidak boleh. Ini dapat dipahami dari penyesalan yang ditampakkan oleh Nabi Musa saat secara tidak disadari-nya telah membunuh seorang Qibthiy. Beliau memohon ampun dan bertaubat kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> atas perbuatannya tersebut.</li>
<li>Manakala khawatir diri akan binasa dengan cara sewenang-wenang (tanpa haq) bila menetap di suatu tempat, maka hendaknya tidak nekad tinggal di sana dan menyerah dengan kondisi tersebut.</li>
<li>Bila harus melakukan suatu pilihan terpahit antara dua hal yang sama-sama dapat menimbulkan kerusakan, maka wajib untuk melakukan hal yang lebih ringan dan aman di antara keduanya sehingga dengan begitu, dapat mencegah timbulnya hal yang paling fatal dan berbahaya dari salah satu yang lainnya. Di dalam hal ini, Nabi Musa <em>&#8216;Alaihis Salam</em> memilih melarikan diri menuju ke sebagian negeri yang amat jauh dan tidak pernah dilalui sebelumnya. Tentu, pilihan ini lebih menjanjikan dan selamat, meskipun pahit ketimbang tetap tinggal di Mesir.</li>
<li>Dalam kisah Nabi      Musa <em>&#8216;Alaihis Salam</em> terdapat suatu isyarat yang manis, terkait dengan seorang penuntut ilmu syar’i atau katakanlah seorang Mujtahid. Yakni, bahwa bila tidak dapat menentukan mana di antara dua pendapat yang lebih kuat padahal sudah berusaha semaksimal mungkin dan dengan niat yang ikhlas <em>lillahi ta’ala</em>, maka hendaknya meminta petunjuk kepada Rabb agar dibimbing dalam menentukan antara dua pendapat tersebut. Kondisi inilah yang dihadapi oleh Musa<em> &#8216;Alaihis Salam</em> tatkala sampai di kota Madyan dimana dia tidak dapat menentukan jalur mana yang harus dilaluinya. Beliau berdo’a melalui firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yang artinya: <em>“Mudah-mudahan Rabbku memimpinku ke jalan yang benar”.</em> (QS: Al-Qashash:      22)</li>
</ol>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Demikian diantara pelajaran-pelajaran yang dapat dipetik dari kisah Nabi Musa &#8216;Alaihis Salam di dalam surat al-Qashash khususnya, dan di dalam al-Qur’an umumnya.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Qashash Al-Anbiya; fushul fî dzikri ma qashsha-llahu ‘alaina fi kitabihi min Akhbar al-Anbiya’ maa Aqwamihim” , karya Syaikh ‘Abdurrahmân bin Nashir as-Sa’diy, dengan sedikit perubahan dan tambahan)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsipsiroh.wordpress.com/116/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsipsiroh.wordpress.com/116/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsipsiroh.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsipsiroh.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsipsiroh.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsipsiroh.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsipsiroh.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsipsiroh.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsipsiroh.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsipsiroh.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsipsiroh.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsipsiroh.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=116&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/06/27/pelajaran-dari-siroh-nabi-musa-alaihis-salam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a99001807a16189761aa08591482e39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsipmoslem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengintip Sekilas &#8220;Bukhora&#8221; Kota Lautan Ilmu</title>
		<link>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/06/27/mengintip-sekilas-bukhora-kota-lautan-ilmu/</link>
		<comments>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/06/27/mengintip-sekilas-bukhora-kota-lautan-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jun 2007 12:51:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsipmoslem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Siroh]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Daulah]]></category>
		<category><![CDATA[Harokah]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic City]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic History]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem History]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/06/27/mengintip-sekilas-bukhora-kota-lautan-ilmu/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Kota Bukhara terletak di Asia Tengah di bagian barat Republik Ozbekistan. Konon kata Bukhara berasal dari bahasa Mongolia &#8220;Bukhar&#8221; yang berarti lautan ilmu. Hal tersebut mengingat banyaknya tokoh ilmuan yang berasal dari kota ini. Kota Bukhara telah berdiri sejak lama, konon didirikan di masa Dinasti Iran Akminiah (553-330 SM.) kemudian dikuasai oleh Alexander [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=115&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><span><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span>Kota Bukhara terletak di Asia Tengah di bagian barat Republik Ozbekistan. <span>Konon kata Bukhara berasal dari bahasa Mongolia &#8220;Bukhar&#8221; yang berarti lautan ilmu. Hal tersebut mengingat banyaknya tokoh ilmuan yang berasal dari kota ini. <span>Kota Bukhara telah berdiri sejak lama, konon didirikan di masa Dinasti Iran Akminiah (553-330 SM.) kemudian dikuasai oleh Alexander Agung. Setelah itu kota Bukhara menjadi bagian dari Daulat Bani Bakhtariyin, kemudian pada abad keenam masehi dikuasai oleh Turki, seterusnya beralih ke dalam kekuasaan Cina di abad ke tujuh masehi.</span></span><span id="more-115"></span></p>
<p align="justify"><span><strong>Penaklukan Islam:</strong></span><span><br />
Kota Bukhara berada di bawah kekuasaan Cina sampai masa pemerintahan khalifah Walid bin Abdul Malik dari Dinasti Umaiah (68-69 H./ 705-715 M) ketika Hajaj bin Yusuf As Sakafi, menteri khalifah memerintahkan kepada Kutaibah bin Muslim Al Bahili untuk menaklukkan negara-negara Transoksaina. Kutaibah berangkat menuju Bukhara dan berhasil menaklukkannya pada tahun 90 H / 709 M. Setelah itu Kutaibah bin Muslim mempersiapkan segala sesuatunya untuk dapat diduduki kaum muslim dengan membangun beberapa buah mesjid serta mengajak penduduknya memeluk Islam. Sejak itu, kota Bukhara menjadi bagian dari Daulat Islamiah.</p>
<p></span><span><strong>Objek Wisata:</strong></span><span><strong><br />
</strong>Di Bukhara terdapat banyak peninggalan ilmiah, bangunan dan seni yang merupakan peninggalan arsitektur luar biasa. Setelah Bani Saljiuk menguasai Bukhara, mereka memperluas kota tersebut dan membuatnya lebih hidup dan maju baik di segi pengembangan ilmiah maupun seni.</p>
<p></span><span><strong>Peristiwa yang terjadi di Bukhara:<br />
</strong></span><span>Setelah Jengkis Khan menguasai Bukhara pada tahun 616 H/ 1219 M, dia menghancurkan dan meruntuhkan berbagai bangunan dan membakar perpustakaannya. Setelah kekuasaan diambil alih oleh Timur Lank tahun 785 H/ 1383 M, nasib kota Bukhara tetap dirundung malang, sampai datang Bani Ozbek yang membangunnya kembali dan membuatnya sebagai ibu kota negara pada tahun 911 H/ 1505 M.</p>
<p>Kemudian Bukhara dikuasai oleh Iran untuk beberapa waktu sampai datang Rusia yang menguasainya pada tahun 1336 H/ 1918 M. Ketika Rusia menerapkan sistem komunis tahun 1342 H/ 1923, kota Bukhara berada di bawah Uni Soviet sampai sistem tersebut tumbang pada tahun 1412 H/ 1991 M. Di saat itu Bukhara menjadi salah satu kota dari Republik Ozbekistan.</p>
<p></span><span><strong>Tokoh Penting:<br />
</strong></span><span>Setelah penaklukan Islam, banyak tokoh dan ilmuan Islam lahir di Bukhara, di antaranya adalah Imam Muhammad bin Ismail Al Bukhari penyusun kitab Jamik As Sahih yang lebih dikenal dengan nama Shahih Bukhari. Kitab ini dianggap kitab yang paling autentik setelah Alquran. Tokoh lainnya adalah Ibnu Sina, Dokter Bukhara, Hafis Abu Zakaria Abdurrahim, Ibnu Nasir Al Bukhari dan Abu Abbas Al Magsisi Al Hanbali dan lain-lain.</p>
<p></span><span><strong>Produksi:</strong></span><span><strong><br />
</strong>Kota Bukhara terkenal dengan buah-buahan seperti Barkouk Bukhara yang terkenal hampir seribu tahun. Di samping itu Bukhara terkenal dengan posisinya sebagai pasar induk yang menampung produk dari Cina dan Asia Barat. Bukhara terkenal juga dengan hasil sutra, katun, karpet, hasil perak, hasil emas dan produk tembaga.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsipsiroh.wordpress.com/115/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsipsiroh.wordpress.com/115/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsipsiroh.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsipsiroh.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsipsiroh.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsipsiroh.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsipsiroh.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsipsiroh.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsipsiroh.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsipsiroh.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsipsiroh.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsipsiroh.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=115&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/06/27/mengintip-sekilas-bukhora-kota-lautan-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a99001807a16189761aa08591482e39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsipmoslem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tariq bin Ziyad Mengukir Karang dengan Namanya</title>
		<link>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/05/28/tariq-bin-ziyad-mengukir-karang-dengan-namanya/</link>
		<comments>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/05/28/tariq-bin-ziyad-mengukir-karang-dengan-namanya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 May 2007 08:54:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsipmoslem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Siroh]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Daulah]]></category>
		<category><![CDATA[Harokah]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic History]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem History]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/05/28/tariq-bin-ziyad-mengukir-karang-dengan-namanya/</guid>
		<description><![CDATA[ 
MediaMuslim.Info &#8211; Mendung   hitam   menggelayut  di  atas  bumi  Spanyol.  Eropa  sedang dikangkangi  oleh  penjajah,  Raja  Gotik  yang  kejam.  Wanita merasa terancam  kesuciannya,  petani  dikenakan pajak tanah yang tinggi, dan banyak lagi penindasan yang tak berperikemanausiaan. Raja  dan  anteknya  bersuka ria dalam kemewahan sedang rakyat merintih dalam  kesengsaraan. Sebagian besar penduduk yang beragama Kristen danYahudi,  mengungsi  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=114&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--StartFragment --> </p>
<p align="justify"><span class="datasimp"><span class="datasimp"><a target="_blank" href="http://www.mediamuslim.info/">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span>Mendung   hitam   menggelayut  di  atas  bumi  Spanyol.  Eropa  sedang dikangkangi  oleh  penjajah,  Raja  Gotik  yang  kejam.  Wanita merasa terancam  kesuciannya,  petani  dikenakan pajak tanah yang tinggi, dan banyak lagi penindasan yang tak berperikemanausiaan. Raja  dan  anteknya  bersuka ria dalam kemewahan sedang rakyat merintih dalam  kesengsaraan. Sebagian besar penduduk yang beragama Kristen danYahudi,  mengungsi  ke Afrika, berharap mendapat ketenangan yang lebih menjanjikan. Dan saat itu Afrika, adalah sebuah daerah yang makmur dan mempunyai  toleransi  yang  tinggi  karena  berada  di  bawah  naungan pemerintahan Islam.<span id="more-114"></span></p>
<p align="justify">Satu  dari  jutaan  pengungsi  itu  adalah Julian, Gubernur Ceuta yang putrinya  Florinda  telah  dinodai Roderick, raja bangsa Gotik. Mereka memohon  pada  Musa  bin  Nusair,  raja  muda  Islam  di  Afrika untuk memerdekakan negeri mereka dari penindasan raja yang lalim itu. Setelah  mendapat  persetujuan Khalifah, Musa melakukan pengintaian kepantai  selatan  Spanyol. Bulan Mei tahun 711 Masehi, Tariq bin Ziyad, budak Barbar yang juga mantan pembantu Musa bin Nusair memimpin 12.000 anggota  pasukan  muslim  menyeberangi selat antara Afrika dan daratan Eropa.</p>
<p>Begitu  kapal-kapal  yang  berisi  pasukannya mendarat di Eropa, Tariq mengumpulkan  mereka  di  atas sebuah bukit karang, yang dinamai Jabal Tariq  (karang Tariq) yang sekarang terkenal dengan nama Jabraltar. Diatas bukit karang itu Thariq memerintahkan pembakaran kapal-kapal yang telah menyeberangkan mereka. Tentu  saja  perintah  ini membuat prajuritnya keheranan. &#8220;Kenapa Andalakukan ini?&#8221; tanya mereka. &#8220;Bagaimana kita kembali nanti?&#8221; tanya yang lain.</p>
<p>Namun  Tariq  tetap pada pendiriannya. Dengan gagah berani ia berseru,&#8221;Kita  datang  ke  sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya pilihan,menaklukkan negeri ini dan menetap di sini, atau kita semua syahid. Keberanian  dan  perkataannya yang luar biasa menggugah Iqbal, seorangpenyair   Persia,  untuk  menggubahnya  dalam  sebuah  syair  berjudul&#8221;Piyam-i Mashriq&#8221;: &#8220;Tatkala  Tariq membakar kapal-kapalnya di pantai Andalusia (Spanyol), Prajurit-prajurit  mengatakan,  tindakannya tidak bijaksana. Bagaimanabisa  mereka  kembali  ke  negeri Asal, dan perusakan peralatan adalahbertentangan  dengan hukum Islam. Mendengar itu semua, Tariq menghunus pedangnya,  dan  menyatakan bahwa setiap negeri kepunyaan Alloh adalah kampung halaman kita.&#8221;</p>
<p>Kata-kata  Tariq  itu  bagaikan  cambuk yang melecut semangat prajuritmuslim  yang  dipimpinnya.  Bala  tentara muslim yang berjumlah 12.000 orang  maju  melawan  tentara  Gotik yang berkekuatan 100.000 tentara. Pasukan   Kristen   jauh   lebih   unggul  baik  dalam  jumlah  maupun persenjataan. Namun  semua  itu  tak mengecutkan hati pasukan muslim.</p>
<p>Tanggal  19  Juli tahun 711 Masehi, pasukan Islam dan Nasrani bertemu, keduanya  berperang  di  dekat  muara sungai Barbate. Pada pertempuran ini,  Tariq  dan pasukannya berhasil melumpuhkan pasukan Gotik, hingga Raja  Roderick  tenggelam  di  sungai  itu. Kemenangan Tariq yang luar biasa  ini,  menjatuhkan semangat orang-orang Spanyol dan semenjak itu mereka  tidak  berani  lagi  menghadapi  tentara Islam secara terbuka.</p>
<p>Tariq  membagi  pasukannya  menjadi  empat  kelompok, dan menyebarkan mereka  ke Kordoba, Malaga, dan Granada. Sedangkan dia sendiri bersamapasukan  utamanya  menuju  ke Toledo, ibukota Spanyol. Semua kota-kota itu  menyerah tanpa perlawanan berarti. Kecepatan gerak dan kehebatanpasukan  Tariq  berhasil melumpuhkan orang-orang Gotik.</p>
<p>Rakyat Spanyol yang   sekian   lama   tertekan   akibat   penjajahanbangsa  Gotik, mengelu-elukan  orang-orang  Islam.  Selain  itu, perilaku  Tariq dan orang-orang   Islam   begitu  mulia  sehinggamereka  disayangi  oleh bangsa-bangsa  yang ditaklukkannya.</p>
<p>Salah satu pertempuran paling seru terjadi  di  Ecija,  yang membawakemenangan bagi pasukan Tariq. Dalam pertempuran  ini,  Musa bin Nusair, atasannya, sang raja muda Islam di Afrika  ikut  bergabung dengannya.</p>
<p>Selanjutnya,  kedua  jenderal itu bergerak  maju  terus berdampingan dan dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun   seluruh  dataran  Spanyol jatuh  ke  tangan  Islam.  Portugis ditaklukkan  pula  beberapa tahun kemudian.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan perjuangan utama  yang  terakhir  dan  paling sensasional bagi bangsa Arab itu,&#8221; tulis Phillip K.Hitti, &#8220;dan membawa masuknya wilayah Eropa yang paling luas  yang  belum  pernah mereka peroleh sebelumnya ke dalam kekuasaan Islam. Kecepatan pelaksanaan dan kesempurnaan keberhasilan operasi ke Spanyol   ini  telah  mendapat tempat  yang  unik  di  dalam  sejarah peperangan  abad  pertengahan.&#8221;</p>
<p>Penaklukkan  Spanyol oleh orang-orang Islam  mendorong timbulnya revolusi sosial di mana kebebasan beragama benar-benar  diakui. Ketidak toleranan  dan  penganiayaan  yang  biasa dilakukan orang-orang Kristen, digantikan oleh toleransi yang tinggi dan kebaikan  hati yangluar biasa.</p>
<p>Keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu,  sehingga  jika tentara  Islam  yang  melakukan  kekerasan akan dikenakan hukuman berat. Tidak ada harta benda atau tanah milik rakyat yang  disita. Orang-orang Islam memperkenalkan sistem perpajakan yang sangat  jitu yang  dengan cepat membawa kemakmuran di semenanjung itu dan menjadikan negeri teladan di Barat. Orang-orang Kristen dibiarkan memiliki  hakim sendiri untuk memutuskan perkara-perkara mereka. Semua komunitas   mendapat   kesempatan  yang  sama  dalam  pelayanan  umum.</p>
<p>Pemerintahan  Islam  yang  baik  dan  bijaksana  ini membawa efek luar biasa.  Orang-orang  Kristen  termasuk  pendeta-pendetanya  yang  pada mulanya  meninggalkan  rumah  mereka  dalam keadaan ketakutan, kembali pulang  dan  menjalani  hidup yang bahagia dan makmur. Seorang penulis Kristen   terkenal  menulis:  &#8220;Muslim-muslim  Arab  itu  mengorganisir kerajaan  Kordoba  yang baik adalah sebuah keajaiban Abad Pertengahan, mereka  mengenalkan obor pengetahuan dan peradaban, kecemerlangan dan keistimewaan  kepada  dunia  Barat.  Dan  saat  itu Eropa sedang dalam kondisi  percekcokan  dan  kebodohan  yang  biadab.&#8221;</p>
<p>Tariq  bermaksud menaklukkan   seluruh   Eropa,   tapi  Alloh menentukan  lain.  Saat merencanakan  penyerbuan  ke  Eropa,  datang panggilan dari Khalifah untuk  pergi  ke Damaskus. Dengan disiplin dan kepatuhan tinggi, Tariq memenuhi  panggilan  Khalifah  dan berusaha tiba  seawal  mungkin di Damaskus.  Tak  lama  kemudian, Tariq  wafat di  sana. Budak Barbar, penakluk  Spanyol, wilayah Islam terbesar di Eropa yang selama delapan abad di bawah kekuasaan Islam telah memenuhi panggilan Rabbnya. Semoga Alloh merahmatinya. (her)</p>
<p>Kontribusi oleh ID: <strong>Noy</strong> (melalui Forum Media Muslim)</p>
<p align="justify"><!--StartFragment --> <a href="http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=496&amp;Itemid=24" class="contentpagetitle">Tariq bin Ziyad Mengukir Karang dengan Namanya</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsipsiroh.wordpress.com/114/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsipsiroh.wordpress.com/114/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsipsiroh.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsipsiroh.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsipsiroh.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsipsiroh.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsipsiroh.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsipsiroh.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsipsiroh.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsipsiroh.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsipsiroh.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsipsiroh.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=114&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/05/28/tariq-bin-ziyad-mengukir-karang-dengan-namanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a99001807a16189761aa08591482e39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsipmoslem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita Bangsawan Dengan Kemulian Sejati</title>
		<link>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/05/21/wanita-bangsawan-dengan-kemulian-sejati/</link>
		<comments>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/05/21/wanita-bangsawan-dengan-kemulian-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 May 2007 05:32:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsipmoslem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Alim Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Arsip Al Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Moslem]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Terdahulu]]></category>
		<category><![CDATA[Moslem History]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sebuah Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/05/21/wanita-bangsawan-dengan-kemulian-sejati/</guid>
		<description><![CDATA[MediaMuslim.Info &#8211; Kholifah &#8216;Umar bin Abdul &#8216;Aziz memiliki seorang istri dari kalangan bangsawan yang bernama Fathimah bintu &#8216;Abdul Malik. Fathimah adalah seorang putri Kholifah terdahulu yang Bapaknya bernama &#8216;Abdul Malik. Fathimah memiliki perhiasan yang paling mahal. Perhiasan itu tidak pernah dimiliki oleh wanita lain di muka bumi. Di antara perhiasan-perhiasan itu, ada dua anting-anting mariyah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=113&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><span class="datasimp"><span class="datasimp"><a href="http://www.mediamuslim.info/" target="_blank">MediaMuslim.Info</a> &#8211; </span></span>Kholifah &#8216;Umar bin Abdul &#8216;Aziz memiliki seorang istri dari kalangan bangsawan yang bernama Fathimah bintu &#8216;Abdul Malik. Fathimah adalah seorang putri Kholifah terdahulu yang Bapaknya bernama &#8216;Abdul Malik. Fathimah memiliki perhiasan yang paling mahal. Perhiasan itu tidak pernah dimiliki oleh wanita lain di muka bumi. Di antara perhiasan-perhiasan itu, ada dua anting-anting mariyah yang terkenal dalam sejarah. Para penyair pun menyebut perhiasan itu dalam syairnya. Seandainya anting-anting itu dijual, maka akan cukup untuk mengenyangkan satu suku yang besar.<span id="more-113"></span></p>
<p align="justify">Ketika tinggal bersama bapaknya, Fathimah hidup dalam kemewahan dunia. Namun ketika menjadi istri Kholifah &#8216;Umar bin &#8216;Abdul &#8216;Aziz, beliau hidup dengan sederhana. Kholifah memberikan nafkah hanya beberapa dirham dalam sehari. Fathimah rela dengan hal itu dan gembira hidup qonaah, hidup apa adanya dan senang dengan kesederhanaan.</p>
<p>Kholifah &#8216;Umar bin &#8216;Abdul &#8216;Aziz selalu menasehati istrinya untuk banyak bershodaqoh. Fathimah bintu &#8216;Abdul Malik adalah istri yang taat, dia mematuhi nasehat suaminya. Semua perhiasan dan mutiara yang dibawanya diserahkan ke baitul mal kaum muslimin. Demikianlah kemulian sejati yang dimilikinya, dia tetap hidup sederhana walaupun mampu hidup mewah. Hidup sederhana tidaklah mengurangi kemuliaan dirinya. Wallahu a&#8217;lam Bishshowab.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Muqoddimah Kitab Adabu Az-Zifaf, Oleh Asy-Syaikh Al-Albani)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arsipsiroh.wordpress.com/113/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arsipsiroh.wordpress.com/113/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsipsiroh.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsipsiroh.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsipsiroh.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsipsiroh.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsipsiroh.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsipsiroh.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsipsiroh.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsipsiroh.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsipsiroh.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsipsiroh.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsipsiroh.wordpress.com&blog=680584&post=113&subd=arsipsiroh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/05/21/wanita-bangsawan-dengan-kemulian-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a99001807a16189761aa08591482e39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsipmoslem</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>