Arsip untuk Januari 10th, 2007|Halaman arsip harian

Pernikahan Rasululloh Dengan Khodijah dan Usia Khodijah

MediaMuslim.Info – Lima tahun berselang dari hiful fudhul tepatnya ketika beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam berusia 25 tahun, beliau menikahi Khodijah bintu Khuwalid seorang janda terhormat, mulia dan kaya raya. Khodijah sebelum menikah dengan Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah menikah dengan dua orang. Pertama dengan ‘Atieq bin Aa’idz Al Makhzumi dan melahirkan seorang putri setelah itu ia menikah dengan Abu Halah Hindun bin Al Nabasy At Tamimidan melahirkan seorang putra, lalu Abu Halah meninggal pada masa jahiliyah.

Pernikahan beliau dengan Khodijah merupakan perkara yang pasti dan disepakati oleh kaum muslimin dengan dasar pernyataan Aisyah, yang artinya: “Nabi tidak menikahi wanita lain atas Khodijah sampai Khodijah wafat” (HR: Muslim). Imam Ibnu Hajar menyatakan, ini termasuk yang disepakati para ulama sejarah.
Baca selebihnya »

Thufeil bin ‘Amr Ad-dausi radhiallahu ‘anhu

MediaMuslim.Info – Di bumi Daus, dari keluarga yang mulia dan terhormat, muncullah tokoh kits ini…. Ia dikaruniai bakat sebagai penyair, hingga nama dan kemahirannya termasyhur di kalangan suku-suku. Di musim ramainya pekan ‘Ukadh, tempat berkumpul dan berhimpunnya manusia, untuk mendengar dan menyaksikan penyair-penyair Arab yang datang berkunjung dari seluruh pelosok serta untuk menonjolkan dan membanggakan penyair masing-masing, maka Thufeil mengambil kedudukannya di barisan terkemuka …. Walaupun bukan pada musim ‘Ukadh, ia sering pula pergi ke Mekah …. Baca selebihnya »

Putra-putri Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam

MediaMuslim.Info – Pada zaman jahiliyah, kelahiran seorang bayi perempuan adalah lembaran hitam dalam kehidupan sepasang suami istri. Bahkan merupakan lembaran hitam bagi keluarga dan kabilahnya. Kepercayaan masyarakat jahiliyah seperti itu mendorong mereka mengubur anak perempuan hidup-hidup karena takut cela dan aib. Penguburan anak perempuan tersebut dilakukan dengan cara yang sangat sadis tanpa ada rasa sayang dan belas kasih sama sekali. Anak perempuan tersebut dikubur hidup-hidup. Baca selebihnya »

Syaikh Dr. Shalih ibn Fauzan ibn Abdullah ibn Fauzan

MediaMuslim.Info – Beliau Asy-Syaikh Dr. Shalih ibn Fauzan ibn Abdullah dari keluarga Fauzan dari suku Ash Shamasiyyah. Beliau lahir pada tahun 1354 H/1933 M. Ayah beliau meninggal ketika beliau masih muda, jadi beliau dididik oleh keluarganya. Beliau belajar al Quran, dasar-dasar membaca dan menulis dengan imam masjid di kotanya, yaitu yang mulia Syaikh Hamud ibn Sulaiman at Tala’al, yang kemudian menjadi hakim di Kota Dariyyah (bukan dar’iyyah di Riyadh) di sebuah wilayah Qhosim.

Syaikh Fauzan kemudian belajar di sekolah negara bagian ketika baru dibuka di Ash Shamasiyyah pada tahun 1369 H/1948 M. Beliau menyelesaikan studinya di sekolah Faisaliyyah di Buraidah pada tahun 1371 H/1950 M. Kemudian, beliau ditugaskan sebagai guru sekolah taman kanak-kanak. Selanjutnya, beliau masuk di institute pendidikan di Buraidah ketika baru dibuka pada tahun 1373 H/1952 M, dan lulus dari sana tahun 1377 H/1956 M. Beliau kemudian masuk di Fakultas Syari’ah (Universitas Imam Muhammad) di Riyadh dan lulus pada tahun 1381 H/1960 M. Setelah itu, beliau memperoleh gelar master di bidang fiqih, dan meraih gelar doctor dari fakultas yg sama, juga spesialis dalam bidang fiqih. Baca selebihnya »

Barirah, Seorang Sahaya Yang Ingin Mendapatkan Kemerdekaannya

MediaMuslim.Info - Barirah adalah seorang sahaya (budak) milik salah seorang dari Bani Hilal. Suaminya seorang budak berkulit hitam milik Bani Al-Mughirah, bernama Mughits. Barirah radhiAllohu ‘anha menginginkan kemerdekaan dirinya. Dia pun mengikat perjanjian dengan tuannya untuk membayar sembilan uqiyah sebagai harga dirinya. Dalam setahun, dia membayar satu uqiyah.

Barirah datang menemui ‘Aisyah radhiAllohu ‘anha untuk meminta bantuannya. Saat itu, ‘Aisyah radhiAllohu ‘anha mengatakan padanya, “Kembalilah pada tuanmu dan katakan, kalau mereka mau, aku akan membayarkan tunai seluruh hargamu, lalu kumerdekakan dirimu dan nanti wala`(bila seorang budak yang telah dimerdekakan meninggal dunia sementara ia meninggalkan harta, hartanya itu diwarisi oleh orang yang memerdekakannya) mu untukku.” Barirah pun kembali untuk menyampaikan keinginan ‘Aisyah radhiAllohu ‘anha. Namun hasilnya nihil, mereka menolak sembari mengatakan, “Kalau dia mau mengharapkan pahala dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala dengan bantuannya padamu, maka hendaknya dia lakukan, sementara wala`mu tetap untuk kami.” Baca selebihnya »

  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terakhir

    Hakikat Doa bagi Ora… di Yang Harus Diperhatikan Orang …
    ruqicrea di Buku Tamu
    Renungan Kisah Ashab… di Renungan Kisah Ashabul Uk…
    sofwan {kalipaksi} di “Kaerawan” Awal Pe…
    imuslimovic di Buku Tamu
  • Blog Stats

  • Serba Serbi Tautan


    Susu Kambing Etawa Halal -   Tutorial Joomla   KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Arsip